“AKU” (puput)


08 februari 2014
By: Sigit irawantoro
For: mbak puput

Dentuman kecil, di iringi hembusan nafas yang terbatuk-batuk
Sayatan bibir nanar telah terbentuk
Di sodori tinta warna sayu pemanu ke arah ufuk

Aku
Kini semua dini
Sampai kini

Aku
Melambai kecil sorotan pembawa seutas tali
Akan melewati

Tetesan sinar yang terkontrol di biset, menuntun menuju singgasana donasi insan
Degan kedipan yang membata sepersekia detik, akan
Suasana sunyi dan damai, mendoktrin setiap lambaiyan kelopak mata yang tertelan
Dalam dentuman isarat aku masih hidup

Aku
Tetap aku bukan paku
Dan aku selalu aku
Yang mengebu-diru
Telaplah aku
Hai kau, kau harus tahu
Di sini aku
Tetaplah akan selalu aku
Bukanlah dirimu

Seketika hening menyayat luka yang telah menganga
Di biatnya semankin menganga
Dengan syahdu warna

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s