renungan dua siang


11 februari 2014
By: Sigit irawantoro

And now what?

Pikirkan lorong sepi, dan pelataran yang sepi. Anda tak sendiri, ada angin yang menghembuskan udara yang sejuk, dan matahari yang menyinari. Rasakan itu dan tarik filosofisnya, ingat kalian tak sendiri

Renungan dua siang

Lorong sepi indah bukan
Paras panas terik bukan
Angin semilir enak bukan
ingatan terus ingatan

Sudut pandang yang dangkal
Alunan yang terkadal
Lontaran yang berakal

Tulis dan baca
Atau akan terbata
Kalian berkata
Mungkin aku menganga

Asumsi gila, invasi nyata
Dalam semakin bergema
Membatasi sudut yang menyiksa
Sisa

Renungan dua siang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s