TUJUH, TUJUH BELAS “retita”


12 februari 2014
By: Sigit irawantoro

Kali ini relax sejenak kawan, untuk menuangkan ide yang lewat barusaja, itu apa? Entahlah, aku juga tak yakin untuk menyebutkanya. :/

Kali ini saya akan mengungkap satu karakter yang sering BBMan dengan saya, ngakunya sih bernama retita, tokoh antagonis beruang, tapi terkesan panda, dan takut akan HIV meskipun saya juga takut rhey, dasar kau ini. Mungkin teman-teman sekalian pasti berfikir, ini blog apaan, tp di sinilah seninya, banyak sekali blog-website.yang meniru tema dan konsep keseluruhan. Entah berita, pengetahuan dan apalah, dan saya rasa basi. Oiya saya sempat lupa. Saya mau menulis puisi untuk tokoh antagonis beruang itu. Simak ya kawan.

Tuju, tujuh belas

Mungkin sebentar lagi onta, penghuni baru sempat terikrarkan, dari sudut sang antagonis.

Senja berkecampur dalam sodokan kata yang mungkin tragis.

Poni dan bola mata yang membuatnya indah, di tambah senyuman sinis.

Tujuh
Alulan gitar yang di sangka seruling, tidak peka kah telinganya.

Dehidrasi melanda diru, di pelataran padang pasir yang menyapanya

Siapa dia, dan siapa beruang itu, ku ingin menagkapnya, menangkap untuk ku bawa

Tujuh
Goresan alis yang leliuk rapih di atas kelopak mata, cenderung lebih ganas

Dengan celana pensil tersobek-sobek menambah kesan antagonis

Satu lima tiga, kubayangkan itu mungkin sebahu terfilosofis

Belas
Ratu dari tumur, mengepakan sayap sampai ke pasar

Membeli popok untuk sang insan di kamar

Kau tau itu rhey.? Ku memata-mataimu di sudut ini, yang nanar 🙂
SIGIT IRAWANTORO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s