mayoritas remaja sekarang hanya cinta!


By: @adlibidtum

Mengapa remaja sekarang mayoritas. Selalu memikirkan masalah cinta?
Mari kita bahas mengapa hal tersebut menaungi cikal-bakal remaja mayoritas sekarang.

Remaja sekarang selalu tak bisa lepas dengan masalah cinta, yang seharusnya di isi dengan berbagai hal-hal positif yang membantunya untuk survive, mengapa begitu, mengapa haya masalah cinta yang harus mereka geluti untuk menemani hidup? Cinta dalam artian artikel ini, selalu saja untuk sang pacar mengapa begitu.

Perbandingan:

Dahulu.
pada zaman saya sekitar sebelum 2005 banyak sekali di temui remaja yang suka bermain kesana sini bersama teman-temannya dalam kisaran umur mulai dari SD sampai SMA karena mahalnya masalah fasilitas HP dan gedged yang tak mendukung kepada masalah tersebut, dan anak-anak SD di masa tersebut sering bernyayi yang bertemakan kesenangan dalam masa kanak-kanaknya seperti lagu yang berjudul, gundul-gundl pacul, naik-nak ke puncak gunung, dan lagu-lagu sosial kebangsaan ibu kita kartini, halo-halo bandung dan lain-lain sering di kumandangkan oleh anak waktu itu tapi.

Sekarang:
Semua sudah hilang! Anak-anak SD tak lagi banyak yang bermain lumpur, layang-layang kelereng, lompat tali dan mendengarkan lagu kanak-kanak dan sosial kebangsaan semua sudah hilang sejak masa di mana teknologi sudah menjamur ke berbagai anak-anak.
Saya sering lihat anak-anak SD yang sudah memegang gadged untuk bermain, nongkrong di tempat permainan game online dan permainan lainya serta lagu sosial kebangsaan sudah hilang, sejak anak-anak artis itu yang berumur belia di buatkan lagu soal cinta dan maraknya perkembangan musik indonesia yang semakin gencar membuat album. Yang di dengarkan oleh anak-anak, parahnya 90% lagu tersebut ber-temakan CINTA yang sering di dengarkan anak-anak kecil saat ini, (apakah tak ada tema lain selain cinta?) yang membuat anak-anak ini mencari tahu tentang apa itu cinta, sayang dan lain-lain yang ia dengarkan di lagu tersebut.
Bukankah banyak topik yang bisa di bahas. Sembako naik, cabe mahal dll yang bisa di jadikan lagu!

Saat ini semenjak meluncurnya facebook pada tahun 2004 ke permukaan banyak yang menggunakan hampir semua remaja menggunakan jejaring sosial tersebut dan juga twitter. parahnya juga banyak yang sekali pengguni facebook membahas masalah cinta, dan mengeluh masalah cinta, yang menurut saya terlalu tak penting.

Bukankah cinta bukan hanya dari pacar, yang seharusnya anak-anak remaja itu. Mulai membentuk jati diri, bersosialisasi ke lingkungan sekitar, seharusnya juga remaja sekarang. Berkreasi dengan ilmu yang di dapatkannya, dari sekolah. Membuat dirinya sibuk dan tak mementingkan masalah cinta, dan juga banyak sekali remaja yang sering melukai dirinya sendiri dengan kegagalan cinta, juga melukai dirinya sendiri dengan mengores-gores tangan! Demi mendapat belas kasih, dan mungkin bunuh diri gara-gara cinta.

“Hidup itu terlalu berharga kalau hanya memikirkan masalah cinta”
Buat diri anda berguna

baca juga ya:
pahlawan yang terlupakan, sejarah pilu
biografi (alm) mbah surip
cara hidup bahagia ialah tidak cepat lupa tetapi cepat melupakan “daur ulang”
SBY Beri Pemprov Riau Waktu Tiga Pekan “bencana di riau”
cara membuat potensi hidup
apa yang perlu di takutkan dari perempuan cantik?
apa beda, Suka, Cinta, Sayang sih,,?
aku tak pernah mendapat apa yang aku suka!
selamat malam
sesak dalam sesal” cara mengatasi rasa sesal
“apa itu idealis? pengertian idealis. dan sifat orang idealis
menjadi orang yang realistis!
pentingnya menjaga kepercayaan orang lain!
dari mana asal usul rokok?
antara perasaan dan logika
teman spesial
kutil anak auuuuu 😀
ayo gabung pulsa gratis
cinta itu asik, tapi jangan asik bercinta

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s