Tiga pembunuhan misterius. “sesi 2”


Terik matahari membias, menembus kaca kamar kostku.
seketika aku membuka mata akibat silau yang di buatnya, serta suara ketukan pintu terdengar dari pintu kamarku “ran,,randi ran” suara yang aku kenal, yang biasanya juga membangunkanku untuk bergegas bangun dari mimpiku.

“Iya iya. Masuk aja ngga di. Kunci dam!” teriakku sambil mulai terduduk di ranjang standard hotel bintang dua yang selarasnya aku harus cepat membereskan kapal pecah ini.

“Clak..!” Suara pintu yang di buka
“Ahh,,kau ini ran. Selalu saja bangun siang, ini sudah jam berapa, bukannya kau ada janji dengan wanita yang selalu kau ceritakan kepadaku!” Ucap adam yang berdiri di depanku sambil memegang buku, yang sepertinya kisah misteri yang selalu iya baca yang tak kunjung juga usai.

“Iya dam, tadi malam ia bilang tidak jadi, ada kepentingan mendadak katanya” ketusku sambil tetap mengucek-ucek mata dan membersihkan tumpukan belek yang sudah penuh di pinggiran mataku.

“OK,,kalau begitu kau ikut aku sekarang!” Ajaknya serius. Dengan membenarkan posisi kacamatanya yang turun. Dengan menarik tanganku untuk bangun.

“Kemanda lagi dam? mencari bukti-bukti kematian misterius itu? bukankah itu bukan tugas kita!” Lontarku dengan tetap memejamkan mata.

“Tak ada salahnya kan, sekarang kau menuruti asumsi gilaku, demi mendapat spekulasi dan titik terang atas kematian orang-orang itu, I like mystery!”

“Apakah ini bagian dari balas budi yang kemarin telah aku pontang-pantingkan kau demi memenuhi kesukaanku terhadap wanita itu?” Dengan memandangnya sinis!

“OK, aku smartkan perkatamu itu, bisa di katakan begitu ran!, cepat mandi, atau…”

“Iya” belum sempat dia menyelesaikan perkataanya dan langsung aku sanggah karena sudah tau apa yang hendak ia katakan.

***

Matahari kembali berpapasan denganku. Dengan trik tepat di atasku membuat kulitku terasa terbakar, dengan berdidi di pinggir sungai sambil melihat kanan kiri, dan memasuki tempat kejadian perkara yang sempat membuat tempat ini di kerumuni banyak manusia!.

“OK lihat ini ran!” Ucap adam sambil Menunjuk jejak kali yang tertingal di TKP.
“aku juga tahu itu jejak kaki, dan aku juga tahu itu jejak pembunuh itu!” Ketusku sinis dengan tetap melihat kanan-kiri.
“OK, aku jelaskan ran, sepertinya polisi tidak tahu masalah ini, jejak kakinya begitu aneh” ucapnya sambil membenarkan kembali kacamatanya yang turun.

“aneh apa’an kau ini. Jejak kaki yan begini. Lebih aneh lagi kalau di situ ternyata jejak kaki oleh sandal yang sekarng kau gunakan!” Ucapku dengan nada tinggi”

HAHAHA sorry gan sorry sis. Terpotong-potong, sama halnya ini cerita stiping sambil tayang tetap shooting. Ayo asumsikan pendapat anda! Dan spekulasikan kisah misteri pembunuhan ini

Kirim inspirasi mention ke twitter @adlibidtum ya! Nanti saya tautkan ispirasi kalian dan juga nama twitter kalian di sini. Bisa nambah-nambah follower kan ๐Ÿ˜€

Ayo ayo ayo!

Yang belum sempat baca yang sesi satu baca di sini. –ยป “sesi 1” tiga pembunuhan misterius

Yook yang punya Gadged untuk cara enter kebawah saat chatiting bisa klik di sini

Di share ya coy ๐Ÿ˜€

Jangan lupa follow @adlibidtum on twitter
Saya kasih kopi untuk kalian di sana ๐Ÿ˜€

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s