di bantal keras


Hai malam, hai sunyi, hai juga batal keras. Pastinya kau siap terima rebahan yang akan mendahan di pelukmu malam ini, sampai ku bertemu pagi.

Hai malam. Sampai jumpa. Hai sunyi, aku tetap menemanimu, walau namamu tetaplah sendiri. Hay batal keras, siapkan dirimu. Selamat malam. Di sini aku terbungkam, di warna dasar, tak satupun mencakar, kiriman suara jua melangit, membasuh usil dari si tua kusu, tetapi kau tahu! Usilku, usilanmu. Diriku jua dirimu. Pterimalah pelukku.

    1. Rahasia mengumpulkan recehan rupiah secara online akhirnya terungkap, klik

disini

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s