ascetic flirty “durjanah”


ascetic flirty “durjana”

Ikatan lurus sampai garis lurus, terperosok jatuh tegang berhamburan.
Dunia mati rasa di asumsikan dengan kata, hai durjana!.

Masihkah kau di bawah, tertunduk lesu-meneteskan air lusuh yang sampai-sampai membuatmu menjadi musuh?

Ratapilah nasipmu! Durjana!

Kau terlalu bodoh untuk tau, tak bisa memandang lurus, tertunduk layu tak pernah tersiram, memangnya kau tak punya telinga?

Dasar durjana!

Pilu aku melihatmu, sampai-sampai aku ragu, jangan-jangan kau benar-benar tuli, dengarkan ini durjana!
Dasar telinga lebar!
Tapi tertutup bantal, mana? Mana? Mana? Yang kau punya. Yang katanya, ini itu dan ini sampai itu.

Sudah tuli, tersumbat api!
Dasar durjana!

Dedipan matamu seperti debu, asal kau tau itu, cobalah pandang kedepan, kedipkan matamu. Katanya bisa membuatku kelilipan! Mana? Mana? Mana?

Kau tak berubah terus saja menyerah, seperti hidup tak kau hargai, yang kau isi dengan keluh, resah-gunda.
Dasar durjannah.

Aku di depanmu. Lihat!
Lihat!
Lihat……!

Aku menunggumu, kau di sana, tak ada kata pilu, membiarkanku terkaku memandangmu yang tertunduk lesu.
“Bukan ini tapi itu! Itu bukan lagi ini. Apalagi ini, bukan! Tapi itu”

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s