Pria rambut putih


Ini terispirasi dari kecelakaan maut yang merenggut satu nyawa pejalan kaki, pria berambut putih, sungguh malang, yang terkapar kaku di tengah jalan gondang-tulungagung.


Hai bapa, pria berambut putih, semoga kau tentram di sana, di sisiNya.


Suara jeritan dari pinggir jalan menyita perhatianku.
Teriakan yang ku asumsikan manusia ugal yang sering. Berteriak-teriak di atas truk.

Tapi, ada perempuan berteriak!!! Aku langsung kerluah dan memandang terik abu berhamburan terdistorsi keras, sempat membuat mataku kelilipan.

Aku meringis menandangi pria berambut putih yang berlumuran darah, bukannya di angkat ke pinggir jalan, tapi hanya di pandang!! Sungguh menyedihkan!


Hai pria tua!
Mataku berkaca, gerakan heroiku muncul.
“Pingirkan, pingirkan, pingirkan!!!”

Tak ada sahutan dari manusi yang mengelilinginya.

“Pinggirkan! Pingirkan!!”

Aku lesu. Kaki terasa panas tanpa alas.

“Pinggirkan pingirkan dia…”
Brengsek dalam hatiku.

Terkaca bergema ta kuasa, aku tak punya alih untuk ini, aku mukan mengalih, tapi teralih, brengsek, ini nyawa. Apa kau berfikir dia sudah mati, tanpa kau lihat detak jantungnya.

Aku pandang seksama wajahnya, ku rasa dia masih bernafar,

“Pinggirkan dia, pingirkan!!”

Tetap tak hirau, tatap. Aku terlalu takut untuk bertindak, dengan kepala pecah, darah segar terus mengucur deras, aku terus memandangnya. Sambil tertangis kekeh,

Beginikah manusia sekarang??

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s