manufaktur


Satu bulan ini, kantor pos cabang tempatku berkarir
dibuat kelabakan. Setidaknya ada tiga surat tiap harinya yang membuat kami, para pengantar surat semakin gerah. Nama pengirimnya berbeda-beda, begitu pula dengan alamat tujuannya.

Kesamaannya satu; alamat tujuan itu tidak pernah
ditemukan. Ini yang kelima kalinya giliranku mengantarkan surat semacam itu. Nama jalannya benar-benar ada, namun nomor rumahnya tidak ada, atau ditujukan pada rumah yang sudah tak berpenghuni.

Tanganku sudah gatal sekali ingin membuka isi amplop ini. Tapi sebagai pengantar surat yang memiliki kode etik tentu aku tidak akan melakukannya.

Semua ini harus disimpan di arsip kantor. Hari berlanjut, aku dan rekan-rekanku terus mengalami hal seperti ini. Keresahan meletup-letup di antara emosi kami. Teror ini sungguh membuang waktu dan tenaga kami.

Setelah hari pengantaran yang melelahkan, aku
kembali ke kontrakanku. Betapa terkejutnya aku tatkala melihat tumpukan surat yang segunung tersebar di depan pintu.

Semua surat itu dalam kondisi sudah terkoyak. Rupanya surat-surat ini ialah surat pembawa petaka yang sudah diarsip di kantor.

***

Kurasa ini ulah teman-temanku yang
menumpahkannya di sini. Berani-beraninya mereka, tidak bertanggung jawab, membuka surat ini seenaknya lalu membuangnya di tempatku.

Tetapi aku tidak mengerti kenapa aku yang jadi
sasarannya. Lantas aku pun memungut beberapa surat itu, dan semua isinya sama persis, demikian ;
Mampus kau Handoko, Bagaimana rasanya mencari alamat? Susah bukan?

Itulah yang kualami ketika aku mencari pertanggung jawaban darimu.

Tunggu terror-teror berikutnya.

MARNI.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s