Tutup mata tak bicara


Terlambai dari sosok kuda, membentang kosong bagai aroma, terangkai dari semua dogma, wahai iblis betina, tertutuplah tertutup, tutuplah matamu, terbangunlah terbangun, dari segala asumsimu.Hai kuda betina, wahai arogan, wahai terowongan, tergelaplah, langkahilah, jelajahilah dan-ampunilah;isi omonganku, ‘serapah’

Tidung bersandar amarah tersadar, tumpang tindih sampai terbakar, terelus nestapa, mimpi dari surga, terseret dengan nyawa, tingal setitik ingatan-nya.

Aku di sini, melapangkan-mengepakan; semua anggur untuk kau minum demi kemabukanmu-melayangmu dan terbanglah ke alam mimpimu, jangan terbangun, ku di sini, berkelambu sunyi, ku di sini terkunci sisi.

Lambai-lambai, waktu-waktu., terkepakan kepala melipat kebelakang, bersembunyi di balik sayap, amarah padam air tersiram, oh “DAAV” terbangunlah terbangun.

Ku menangis terasamu terorganis, teriris-meringis.
Ku kira kau mencariku.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s