Lebah madu


Saat baliurang itu tiba di kediamannya terasa lagi yang dulu pernah ada di saat aku sering mendapatkan mimpi-pimpinya yang berpanjikan namanya. Tapi kini sudah sirna, karena apa bukan karena senjata melainkan karena sukma lain yang sudah mendekat.

Katanya sih! Ia memanggilku bebek, entah sebutan dan ilhaman dari mana itu, aku akui aku suka dengan kata itu. Bagaimana kabar flu burung dahulu yang sempat merenggut unggas-unngas yang berkeliaran di sudut-sudut sawah yang sehabis di panen?

Dan bagaimana pula kabar masa depanku, impianku dan sejahteraku nanti, ku rasa tidak ada yang tahu kecualiNya. Kenapa pula harus di khawatirkan, dan masalalu yang telah berlalu tak sanggup di ulang, kenapa pula untuk di sesali, jika kita mempunyai hari ini dengan indah, nikmatilah dan terus tersenyum. Energi itu sangat di butuhkan melampaui asumsimu dari hari ke hari.

Selamat datang senja, hai malisa; katanya kau hendak menhanta Mama 🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s