Toga ungu


Malam telah larut kau telah tertidur pulas rupanya, hendak bermimpi bukan? aku menunggumu di menara itu impianku nantinya kau akan di sambut ribuan manusia di pinggir jalan di situ ada permadani merah siap menampung langkahmu, menaiki samping pelipisku, aku tak kuasa memakai mahkota ini sendirian, ada mahkota putri untukmu di sebelah pelipisku.

Sorakan orang gembira akan membanjiri telingamu, bak tikus got yang berdenyit kelaparan setiap malam alih-alih memakan segala yang ada, tapi aku membawamu seperti tikus, bukan!

Aku membawamu terbang seperti elang menggapai kapas-kapas putih berterbangan di langit, dan mengelilingi kota-semua kota dengan pikiranmu, bukan lagi buraq, itu terlalu cepat kakak, πŸ™‚
Kita hanya butuh sayap dan bersendawai bersama melepas penat ala kadarnya. Kesederhanaan citaku begitu pula dengamu, buka? Kurasa benar πŸ™‚

Dulu aku selalu acuh kepada setiap wanita ternyata perkataan orang bijak benar, Tuhan mempunyai jalan lain untuku dulu rupanya, Ia sengaja menyimpanku untukmu kakak.

Aku besorak bak terompet tahun baru tak ada hentinya tapi, untuk selalu mendukungmu menyayangimu dan selalu pula menggandengmu, untuk apa? untuk sebuah tahta di atas depan istana putih, kau akan menjadi ibu presiden nantinya, aku yakin dan kan kuyakinkan itu πŸ™‚

Satu kata sampai satu patah, hingga satu arah, dengan Visi yang sama;melampaui segalanya kecualiNya!
Dan juga Misi; Membuat dunia menjadi tempat bermain yang real bukan lagi sandiwara sinetron indonesia yang tak ada habisnya, yang nyata berubah fiktif dan berita di ragukan keasliannya semua hanya rekayasa, tapi ini bukan lagi rekayasa, reaksi batin nian tinggi menjulang keluar menembus otak tengkoraku seperti tiang signal selules yang selalu di gadang-gadang pembawa masalah jika petir dan cuaca bermasalah pula.!

Tapi bukan lagi signal seluler, melainkan satelit yang tak di gadang, karena memang keakuratannya benar-benar memadahi untuk di katakan yakin.
Apa yankin perlu jika kau tak sejalan? Seharusnya tidak.
Tetapi kita sejalan, rel kereta dan gerbong-gerbongnya. Saling membutuhkan dalam satu ikatan.

Selamat malam kakak, semoga parismu di penuhi kilauan cahanya tak semu, melainkan merdu, kau tutup mata tetap menikmatinya πŸ™‚

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s