Masih Terteduh “surat untukmu”


Masih ingatkah ketika kau bermimpi akannya, menara itu memanggil-manggilmu tak sangka sampai kedalam mimpi, heroikku muncul ketika kau datang, jangan pergi seperti reruntuhan gedung di sapu angin. Aku hanya tak tahu apa yang harus ku lakukan.!

Yang aku tahu, yang pasti aku menyayangimu sepenuh hati. Indah saat kau tersenyum pulas, bagaikan aku ini gigimu, kau tertawa slalu!


Nilai ini menjadikan seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab aku bertaruh hutang akanmu malisa, mencintai hidup dan pekerjaanku. Kau memiliki takdir kepastian untuk merasakan penderitaan dan kepedihan. Jika hatimu masih tergetar oleh rasa takjub menyaksikan keajaiban
yang terjadi dalam kehidupan, maka pedihnya penderitaan itu tak kalah menakjubkan daripada
kesenangan.

Sahabatmu adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, dan aku hanya tanamannya tak hanyal aku menjadi hamanya. Ia yang kau taburi dengan kasih aku mengerti, dan kau suburkan dengan penuh rasa terima kasih aku yakini.

Dan dia pulalah naungan dan pelindungmu malisa. Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian aku hanya pensil kau kertasnya. Periksalah buku kenanganmu semalam, dan kau akan tahu bahwa engkau masih berhutang kepada
manusia dan kehidupan. Bukan kepadaku, aku hanya berusaha membukamu membukamu terhadapku dan hanya itu, dan tolong. 🙂 bukalah

Hidup ialah kegelapan jika tanpa hasratmu dan keinginanku (kita bersatu). Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta (kita tak bersatu) dan, jika tidak disertai pengetahuan, dalam bekerjamu dan study-mu pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta, aku tersenyum karna itu, aku mendukungmu, dan tolong dukungku juga!

Alangkah mulianya kau ketika hati sedih tetapi dapat menyanyikan lagu kegembiraan bersama hati-hati
yang gembira bersamakulah malisa. Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian, dan tetap diam bila tertimpa fitnah. 🙂

Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku
menyadari kebodohanku itu, dan disitulah terletak
kehormatan dan pahalaku, aku masih awam soal cinta.

Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya. Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang
mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran
yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

Selamatkan aku dari mereka yang tidak mengatakan
kebenaran kecuali kalau kebenaran itu untuk menyakiti, dan dari orang yang berperilaku baik tetapi berniat buruk dan aku bukan itu-dari mereka yang memperoleh nilai dirinya dengan mencela orang lain.

Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang
lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah
keterpautan jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta
tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun
bahkan abad.

Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu, malisa!. Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangatku. Hukum kemanusiaan dan gejala alam pun tak mampu mengubah kebebasan cinta itu.

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau
kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan
menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.
Aku mencintaimu, sebelum kita berdekatan, sejak
pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir.
Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

Jangan menangis, malisa…! Janganlah menangis
dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam
cinta. Hanya dengan cinta yang indah kita dapat
bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya
kesedihan, dan duka perpisahan.
Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa. Tubuh mempunyai keinginan itu yang tidak kita ketahui serta mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi.

Namun jiwa tetap ada di tangan cinta, terus hidup,
sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada
Tuhan. Kamu mungkin akan melupakan orang yang pernah tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu bertemulah hanya itu!.

Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji kelemahan-kelemahanku yang ramah dan menyalahkan kebajikan-kebajikanku yang pendiam.
Jika di dunia ini ada dua orang yang sama, maka
dunia tidak akan cukup besar untuk menampung
mereka. Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia dan kepadaku yang dulu tak pernah ada, sebab kekuatan itu tidak akan pernah mampu direnggut dari manusia yang mencinta. Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan apabila ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa, dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri.

Diperlukan dua orang untuk menemukan kebenaran, satu untuk mengucapkannya dan satu lagi untuk memahaminya. 🙂
Penderitaan yang menyakitkan adalah koyaknya
kulit pembungkus kesadaran-seperti pecahnya
kulit buah supaya intinya terbuka merekah bagi sinar
matahari yang tercurah.
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati yang menangis dan yang satu lagi hati yang bersabar.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s