Senyuman dari (barat)-filsuf


Ok stay relax teman, mari kita nostalgia bersama di temani radio kuno yang berdengung di tengah malam, “siapa pula yang mau siaran tengah malam” 😀

Kali ini admin ingin curhat/curahan hati, ceileh belagak kote aye nih pok.
Ok, ok mari di mulai.!

Jadi begini ceritanya, admin blak-blakan nih ye 😀
Biar semua orang tahu masa bodoh dengan itu.
Dua minggu yang lalu nih, admin mendapat senyuman dari barat, entah siapa niatnya mau admin ajakin malam mingguan, masih inget nih admin die bilang “maaf bantalku lebih empuk dari malam minggu” aduh jawaban yang sangat menyentuh. Bagaimana tidak tersentuh malam minggu di samakan dengan bantal ternyata bro 😀
Admin jadi senyum-senyum sendiri. Masih ingat juga saat itu admin malam mingguan dengan menulis cerita di warung pecel pok atik. Berhubung kaga kenal noh siapa pemilik warung pecelnya. Di temani juga oleh kerabat, namanya ‘sluntum’ yang tak mengenal cinta nih orang sepertinya 😀 julukan lo ya. Sorry tum 😀

Admin ingin ngebanyol kok jadi tetap rilax aja, jangan goyah tatap terus noh layar LCD 😀

Serasa mendapat angin segar rupanya dua hari berikutnya admin di kejutkan dengan komentar dp yang mendukung, entah itu siapa, sepertinya sok akrap. 😀
Tapi di sinilah ceritanya di mulai, nah! Itu die
Ternyata yang komentari dp itu, si; bantal empuk
Obrolanpun panjang berderet-deret chatting lugas, jelas dan terarah, AWALNYA
Eh ternyata dia jago ngebanyol juga, admin pamit mandi nih, die bilang jangan makan noh sabun, memangnya admin tikus kelaparan!. Eh bicara tikus dia kelelawarnya mungkin ye, lihat saja mirip 😀 yang baca curhat ini kali mirip :p

Lama-lama-lama obrolanpun tetap terarah eh ternyata nyambungnya bikin hoki, hoki dari hati, senyuman dari barat-pun menjadi inspirasi di setiap karya kemarin-kemarin yaelah labay ya 😀

Ok admin kenalin name die malisa, sorry mal no sensor, entah dia baca atau tidak! 😀 pokok minta maaf
Admin sok kota nih, 😀 ngebanyol dikit lah 😀

Panji-panjipun yang sempat redup mulai terkibarkan, di kerek semakin tinggi tak peduli pula terpaan angin dan badai, serta terik surya terasa di abaikannya, berkibarlah panjiku!, panji kesatuanku.

Sedikit anekdot ya bro 😀
Di tengah perjalanan admin sok ngekang nih, padahal tak ada hubungan yang siknifikan, biasa kurang pengalaman kali, jadinya hubunganpun sedikit renggang, yaelah jadi sendu nih, tak apa inilah kenyataannya, tapi admin terus maju, melawan setiap musuh, siapa musuhnya coba, entahlah, admin harap musuhnya pergi, yaitu rasa malas berjuang.

Suatu ketika ia berucap doa yang menyemangatiku, menjalani ujian kemarin.
“Tuhan jika aku tak bisa menjadi dokter, tolong beri jodoh aku seorang dokter”
Memang terlihat sederhana tetapi itu sebenarnya doa. Tuhan tak tidur! Ia selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Semangatku mulai mencuat menembus permukaan air sampai berani hidup di daratan, bagai lele kehilangan air, ia menghemat tenaga dan nafasnya untuk terus hidup sebelum mati tergoreng. Dan termakan menyisahkan tulang lalu terbuang.

Panji itu mulai rudup sesekali kembali berkibar, mungkin angin-lah penghadangnya, aku hanya bisa berdoa, “teruslah ada angin”

Jadi terus lama-lama-lama, admin kembali mengekangnya menghujatnya dengan seribu pertanyaan hanya sedikit yang di jawab. Itupun juga tidak memuaskan hati, jadi siapa yang salah, tentu saja admin. Ok tetap rilax ya.
Admin memutuskan untuk menyerah sebelum berjuang, karena apa, lihat saja mereka-mereka yang terlalu terpuruk akan cinta, karena kegagalan cintanya, samapi-sampai ada yang memutuskan mati untuk menyelesaikan penderitaannya, tentu saja bodoh.

Admin juga bodoh, kenapa coba meyerah?
Karena admin tak ingin seperti mereka-mereka. Admin hanya diam dan memohon pertolongan, itulah jawabannya, menyerah.
Jadi sekarang banyolan kelelawar atau tikus itu sudah sirna, admin hanya bisa memandangi lewat foto-fotonya di profilnya, sungguh mahakaryaMu dasyat Tuhan menciptakan senyuman seindah itu.

Dengan begini, tak akan ada yang tersakiti bukan? Jadi admin hanya pasrah, dan tetap memandangnya dari jauh, dengan begini aku merasa bahagia, coba saja bisa kembali :D, senyuman itu kembali ke barat.
Toh “kita tak perlu menanap pohon mangga untuk menikmati mangga” 🙂 dialah mangga dan aku hanyalah tetangga 🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s