Berteduh Berdua


Kayuhan sepeda meminggirkan dedaunan di pingiran jalan seraya tangan tak berpacu terus saja menancapkan tuas.
Tiba-tiba terserang ribuan air, kau tahu itu apa!


Hujan tiba! Ku mengiba, ku teringat saat-saat dulu memang muram aku, melupakanmu, lalu! Maaf ibu.
Aku bukanya pergi ibu.
aku di sini terus mengingatmu ibu.
Aku sayang Kau ibu.
IBU..

Kurasa tak perlu banyak omong untuk ungkapan kepada IBU.
Ku hanya ingin berkata “Aku mencintaimu Ibu”

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s