Punuk dua-filsuf yunani


Menutup lubang dua terletak di samudra, mati!
mengatasi dengan ilusi di ladeni dengan imajinasi, mati!
Partente sudah meng-korosi mata.

Titah-titah sudah berhenti turun serta gurun juga tlah menjadi ladang tanpa embun, di setiap pagi
Elegi september kemanakah kau?

Parlente benar! Parlente mulai mencuat tak memperdulikan hak-ku mejadi rumput yang tak terinjak.
Kau buta, di butakan mata, kau buta di makan untu berpunuk dua.

Satu pesan untuk dunia: jangan pernah mengiba

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s