SE-MATA WAYANG (unpan balik ceritakontrafiksi)


Mungkin kau terkejut, babinya pun lambat laun tengelam, sedangkan si gembala mulai di telan kabut purnaba serta di bekukan oleh hari-hari yang semakin dingin. Jaket tebal di tusuk-tusuk angin yang mulai tajam di ahir senja, taring-taring angin juga mulai tumbuh di iringi elegi.
“Taurasa kau,,,! ahirnya-pun kau kedinginan tanpa selimut di malam-malamu yang telanjang bulat, mungkin di telanjangi oleh malu” ucap si angin sambil terus tertawa.
Tawanya-pun membuat siapa saja bergidik mengigil bukan ngeri tapi terasa membeku mulai dari ujung kuku, yang di kaki.


lanjutkan baca #4 #5 dan #6


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s