Terkotori Amarah


Lantas semuanya hilang menjadi abu-ditiup angin ke barat. Anak-anak kambing turun dari kandang menyaksikan; induk mereka salah menyusui, menyusui anak-anak kuda. “Aku ini kambing bu, bukan kuda, lariku juga tak cepat, aku tidak tinggi. aku hanyalah kambing betina yang bantet bu.”

Kutukan itu terasa menusuk kulitku, menembus gerai-gerai poriku, menyatu satu dalam tulangku, kini aku hanya bisa terbujur kaku, di kandangku.
“Ibu! Kau saja tak mengakuiku, apalagi mantanku yang membuangku seperti barang bekas yang sudah dipakainya berkali-kali, ibu maafkan aku, aku pergi mencari jawaban, jauh menembus lorong-lorong putih yang kau janjikan dulu, kini kelambu melekat asik di depan tepat mataku”

Aku harus bagaimana?
Aku bertanya pada angin, ia hanya berdesis melalui telingaku.
Aku bertanya pada sang surya, ia hanya tersenyum menyengatkan hawa panasnya ke kulitku.
Aku bertanya pada bulan, iya malu! Menutupi dirinya dengan kabut. Aku harus bagaimana? Aku hanya wanita gila.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s