Pemuja semu “satu malam untukmu”


sumber gambar: sartika08.wordpress.com

sumber gambar: sartika08.wordpress.com

Hai pemuja semu! Bagaimana malamu kini, aku tau kau tetap sibuk menyusun balok-balok kayu, untuk penopang masa depanmu yang kau genggam dalam alunan diru dalam kini masamu. Aku tahu kau beranjak dewasa dengan balok itu, kau susun balok-balok kecil yang sebentar lagi tumbuh menjadi dewasa, kau juga tak kenal malam minggu seakan asik acuh bernyanyi penuh syahdu dirumu.

Hai balok-balok semu lihatlah cakrawala ini, ia berkata padaku bagaimana ia sangat mengagumimu melebihi dirinya sendiri yang menjadi pecundang sepertiku yang tak berani mengatakan; aku sungguh takut kehilanganmu, dan malam ini dulu saksinya bagaimana kau mengoleskan cairan asin dari mataku membilasnya dan menghapusnya untuku. Kau peduli kepada wanita malas sepertiku

Kini kau pergi tanpa sebab yang jelas, alur hidupku dan malam-malamku yang di sebut bahagia malam minggu hilang, aku tak kenal itu, kemana dirimu? Malam ini terasa asik bantalku menghapus air mataku, setelah kau pergi. Dulu bantalku sebelum kau pergi ia asik menghapus air liurku. Bantal keras ini juga saksinya di malam mingguku dulu.
Pemuja semu

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s