Dilema cinta?


sumber gambar: baltyra.com

sumber gambar: baltyra.com

Kasihan kau! Hidupmu hampa di kosongi oleh waktu.
Sayangnya lupa diri, mereka dan kau mati suri.
Kata umpat dan filsafat turun mencut lalu terikat.
Sari pati isi hati di bubuhi nada sunyi.

Memangnya kau tak punya hati?
Hati bukan saja untuk cinta, cinta itu karna nafsumu anjing! Kasihan sekali hidupmu yang tak punya Tuhan seakan acuh membiarkan isi hatimu di koyak habis dengan dedaunan kering yang berdering mengetuk hatimu untuk selalu sakit.

Memangnya kau tak punya hati?
Pilih mana mati sunyi atau berjalan beriringan?
Dasar kuda tuli, kau tak paham filosofi.
“Habis manis sepah dibuang” dan kau itu telah sepah, sudah di lumat dan di gerogoti isimu lalu kau di buang, dasar bodoh. Jikalau saja kau mengerti filosofi; Tingalkan atau meningalkan? Kau pasti paham hidup sebenarnya. Sayangnya kau takan pernah paham. Jika terus menderu-diru akan sajak sok, manismu dan memelas kasih! dimana Tuhanmu apa Dia mati?

Kau malah mengadu kepada serbuk kayu dan lambang F warna biru, sampai T warna muda biru. Kau asik dengan katamu, seakan menyesali hidup. Aku paham kau ini tak pantas hidup, dan aku sediakan satu lubang kubur untukmu sekarang!.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s