Apa itu cinta? | Fanfiction


Cinta itu seperti ruangan hampa

Cinta itu seperti ruangan hampa

Dua jam tatapan Annisa terheran menyaksinyan pergulatan dua sosok manusia yang menghidupinya, ia begitu santai menyaksikan pertengkaran ibu dan bapaknya karena terlalu rutin mereka bertengkar hebat, berjam-jam. Piring-piring pecah berserakan. saling maki terasa asik menjadi alunan malam penghantar tidur Annisa. Anak usia lima tahun itu sudah biasa tidur sendiri tanpa belaian kasih orang tua yang sering adu argumen.

Sekian lama sampai Annisa beranjak dewasa, pertengkaran tetap saja ada dalam setiap malam, sampai-sampai menjadi rutinitas mereka, tidak mengerti Annisa apa masalahnya, karena ia terlalu kecil untuk urusan ini, Bapaknya pengangguran, sudah lama di PHK dari pabrik.

Sampai suatu ketika, saling umpat dan main tangan terus berlanjut tanpa wasit, Annisa menyaksikannya sedikit khawatir karena inilah yang paling hebat menurutnya, lalu ia memutuskan untuk tidur, Annisa tertidur lelap dengan sendirinya. Tangan berdarah bapaknya tidak diketahui Annisa, rupanya itu darah dari menggorok leher istrinya sendiri, dan mayatnya dikubur di belakang rumah.

***

Esok harinya mereka berdua; Annisa dan bapaknya mengunci tatap, mata Annisa menilik teliti raut muka bapaknya seperti ada yang aneh, tapi Annisa tidak bertanya kemana ibunya, semakin hari pandangan Annisa terhadap bapaknya terus menajam. Bapaknya takut jikalau Annisa bertanya kemana ibunya, tapi tidak ada tanya keluar dari mulutnya, hanya saja tatapan itu yang terus menghantui bapaknya. Sepertinya Annisa sudah tahu jika ibunya sudah aku bunuh. Batin bapaknya.

Untuk memastikan kebenaran firasat bapaknya lantas ia bertanya;
“Kamu tidak bertanya ibumu kemana nak?” Ucap bapak Annisa
“Tidak pak, cuma aneh aja kenapa ibu jadi seperti itu, biasanya saja ibu dan bapak bertengkar setiap malam.” Seru Annisa sambil terus memakan mie instan.
“Aneh kenapa nak?”
“Ibu kok jadi gendong bapak terus sih?”


    Apa itu cinta? cinta itu seperti ruangan hampa, di isi apapun bisa-mulai benci, kasih sampai ingin membunuh, itu termasuk cinta. Tergantung anda memandang dari sisi mana.
    karena cinta dan benci berbanding tipis, dari baby dengan babi

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s