Ruang mayor


Hari pun ikut menyepi, di korosi waktu lambat laun memuncak di masanya, alangkah lucunya hari ini, mobil tua menyita perhatianku untuk bermanja-manja abadan, serta secarik upah minimum di lengserkan ke tangan baju kuning yang berteriak tujuan dan arah.

Alunan musik tahun sembuian puluhan menyertai pemberangkatanku. Sosok kepala bisa di hitung dengan satu tangan lebih satu jari.

Andai saja hari ini aku tak di sini, mungkin mobil itu terbengkalai seperti mobil penghias tepi jalan, juga pertapaan debu terbang-langgang menarik asa demi pinta. Demi titah aku berangkat, Ibu.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s