Butanya Cinta | FanFiction 145 kata, 3 paragraf


Sehabis salat subuh, Retno begitu murung pagi ini. Hujan membuatnya semakin bersedih karena kesepian tapi ia punya Tuhan yang menemaninya. Guntur tertawa menyaksikanya. Kaca-kaca di lukiskan sebuah nama tapi tak ia kenal, pagi berbisik mesrah, angin juga ikut menyelimutinya. Ibunya memangil-mangil Retno, agar ia cepat untuk mandi.

Susunan-barisan ABG berdandan rapih, dihiasi pernah-pernik lucu seperti badut. Perintah senior kepada junior seperti guntur pagi tadi. Retno melihat laki-laki yang amat sangat mengagumkan baginya. Jengot dan kumis tipis, mata yang tajam, alis yang tebal, tangan yang kekar, laki-laki itu mengendong tas kardus sama sepertinya, sebagai formalitas Ospek.

***

mereka berkenalan dan terus semakin akrap. Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, satu tahun mereka jadian.
Ibunya sudah menyangka ini terjadi. Ibunya sudah pernah mengingatkan. “Saat kau mengenal Tuhan nak, Tuhan mengenalkanmu padanya. Saat kau mencintainya, perlahan kau melupakan Tuhan.” Batin ibunya sedih karena Retno sudah jarang beribadah.


    Sigit irawantoro
    14 agustus 2014

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

7 thoughts on “Butanya Cinta | FanFiction 145 kata, 3 paragraf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s