Harga sama dengan kwalitas (salah)


sumber gambar: muslimsumbar.wordpress.com

sumber gambar: muslimsumbar.wordpress.com

Kali ini malam-malam, saya ingin membahas judul di atas, harga sama dengan kwalitas (salah)

Untuk teman saya berbagi atas apa yang terjabarkan di balik judul tersebut di atas. Harga adalah kwalitas, kata siapa, itu cuma omongan saja, yang benar adalah bukti sama dengan kwalitas, kita belum mendapat bukti, apa kita harus percaya?

Saya bahas dalam pandangan Buku kali ini.

Banyak penerbit-penerbit buku bertebaran di Indonesia, mulai indie, mandiri, sampai mayor. Menyediakan buku, bermacam-macam tergantung misi dan visi buku kategori apa yang akan di terbitkan pernerbit tersebut. Terkadang saya kaget, membaca buku yang saya beli dari penerbit mayor, mengapa buku ini begitu aneh dan tidak enak untuk di baca, tidak usah saya sebutkan judul buku itu apa, kita cukup berkaca.

Buku yang bagus harga murah.
Terkadang saya menemukan buku di toko buku dengan penerbit yang tidak terkenal, artinya pernebit indie, dan mandiri, buku tipis tapi cukup memotifasi saya, sisi pandang saya, dan segalanya yang menjadi acuan pandangan, dan sangat bermanfaat bagi saya. (Ini buku murah dan tipis)
Tidak menentukan di dalam buku, isi buku murahan dan tipis makna.

Buku tebal selalu saja mahal! Kenapa?
Karena biaya produksi lebih banyak di bandik buku tipis, tapi dengan harga yang mahal mengapa buku itu tidak enak di baca, apa saya salah membeli buku ini? Apa salah saya membeli dengan harga yang mahal.? Apa salah juga saya membacanya tidak sampai selesai?
Kwalitas buku bukan soal buku itu teba dan mahal.!!! Seharusnya penerbit tahu, naskah yang baik juga harga yang setara dengan isi dan membandrol dengan sesuai harga, tapi penerbit-penerbit tidak bertanggung jawab atas itu, hanya keuntunganya saja yang di fikirkan.
Karena penerbit sendiri mempunyai badan pembaca yang siap menilai karya naskah itu, tapi kembali lagi kepada biaya yang di keluarkan untuk mencetak buku terbitan penerbit tersebut. Sungguh menyedihkan.

Terkadang saya jenuh dengan buku terbitan mayor, yang gitu-gitu saja, isinyapun tidak menarik. Saya mulai korek-korek buku terbitan mandiri, yang di terbitkan oleh penulisnya sendiri, saya beli satu buku dengan harga biasa, dan tanpa ISBN. Apa yang terjadi? Saya terheran-heran, buku sebagus ini begitu murah. Lalu saya tanya ke penulisnya langsung, dia menjawab. “Saya muak dengan penerbit mayor mereka membatasi ke kreatifitasan kita, jadi saya memutuskan menerbitkan secara mandiri, dan itu saya sudah puas.”

Jadi intinya, penerbit mayor tidak menentukan buku itu bagus, dan harga tidak pula menentukan buku itu bagus.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s