Tangisanmu dan ludahku


Tertawalah di lorong itu, nanti kau kan bertemu,
Bertemu aku tak mendayu, ingat ya, kamu kalah satu.

Katanya kau beriman, mana imanmu, hilang kah? Di makan jalang kah? Tertawaku sepuasmu, kini ku mendayu bukan? Dengan tombak di saku. Tetesan air matamu asin bagiku dan tetesan air mataku hilang, manis bagimu, tertawaku sepuasmu.

“Ada yang hilang! Air matamu longgar, nona, di tenlanjangi pacarmu.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s