KPI Mulai Lapar “Jangan Menistakan Kita”


Dimana bangsa kini yang tidak mampu mebedakan antara realitas dan kenyataan. Antara kisah fiksi dan kehidupan sehari-hari. Bangsa yang rabun, menderita miopia akut. Distraksi kesadaran, kontraksi dalam sistem nilai dan peri kehidupan, kini moral bangsa telah di rusak oleh bangsa. Bangsa yang tidak patut disebut bangsa, namun sekerumun gerombolan pengusung nilai-nilai primitif yang merusak di lindungi, bagai babi yang melindungi anak anjing, dimana bangsa telah rabun akan nilai-nilai unsur pembimbing, nilai moral di beli dengan batu koral, dimana negri mabuk dengan istilah seluk beluk, dimana negri yang membimbing dengan pelajaran bohong, kehidupan yang di beri duri.

Daya rusaknya lebih parah, lebih busuk, lebih buruk dan menistakan dibandingkan dengan kerusakan oleh bentuk-bentuk promosi pemikiran lewat kartun dan media-media apapun. Percaya bahwa Krishna adalah salah satu bentuk Kepribadian TYME, setidaknya membuat kita turut mengapresiasi produk pemikiran filsafat (susastra, wahyu, tradisi) yang ditemukan oleh para ‘reshi’ dengan tingkatan akal. Lebih tinggi dari manusia rata-rata. Namun Percayalah bahwa zina di indonesia dan oleh lembaga penayangan di lindungi.


Bagaimana cantoon nilai-nilai penghibur dan hanya fiksi di seolahkan nyata, dan bagaimana yang nyata dengan kehidupan sehari-hari di buat seolah fiksi dengan sinetron ugal kejar tayang yang tak berakal dan tak patut di tonton, bagaimana adegan mesrah jika di tiru anak-anak, dan bagaimana indonesia menistakan tokoh yang membangun, bagaimana pula sinetros berciuman di puja-puja.

Kini bukan masalah siapa yang salah, bagaimana anda melihat dengan hati nurani.!
Untuk para ibu dan bapak; lindungilah anak ibu dan bapak dari sinetron, jangan biarkan nilai drama dan mengajarkan zina, bohong dan juga saling umpat, jangan biarkan anak anda tumbuh menjadi anak yang tak bermoral, gara-gara bangsa dan komisi negri sendiri.


Untuk Komisi negri: jangan hilangkan nilai lelucon dan jangan ajak anak-anak kami berbuat zina, jangan hapus nilai humoris dan yang terpenting semua tontonan kartun bagi-anak itu hanya lelucon, dan bagaimana jika anak anda sekalian berbuat zina gara-gara sinetron saling berciuman dan sinetron kejar tanyak seperti di perankan artis-artis cantik dan tampan, saling berpadu kasih dan di tonton oleh anak-anak kalian, lalu anak-anak kalian melihat itu, dan dengan hasrat remajanya, anak itu mempraktekanya dengan temanya, dan menghasilkan 1 buah janin.


Untuk anak-anak muda; jangan menggilai mereka yang hanya sebatas penghibur di bibir, dan hasrat ingin membunuh nilai moral kalian sendiri, bagaimana jika sinetron dapat membuat anda berbohong, berbuat zina, dan berkelakuan tak bermoral?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s