Misteri Kodok Jokowi


illustrasi

illustrasi

Misteri Jokowi memelihara kodok di istana

Adlibidtum – kali ini saya akan membongkar misteri mengapa jokowi memelihara kodok di istana.

Di kutip dari “Jonru” mengatakan

Berita “Jokowi Memelihara Kodok”, Pertanda Kemesraan dengan Media Hampir Berakhir?

Oleh: Jonru

Dalam beberapa hari ini, Indonesia digemparkan oleh
berita “Jokowi Memelihara Kodok“. Ini benar-benar fakta, bukan sekadar gosip yang tak jelas juntrungannya. Karena media-media mainstream yang selama ini mendukung Jokowi seperti Detik.com pun memberitakannya (baca >>
http://news.detik.com/read/2014/10/22/090413/2726112/10/pindahan-ke-istana-jokowi-bawa-puluhan-kodok-peliharaanya ).

Saya yakin, para media sebenarnya sudah sejak dulu tahu bahwa Jokowi memelihara kodok. Rasanya TAK MUNGKIN mereka tidak tahu. Sebab selama ini hubungan pers dengan Jokowi sangat dekat. Ke mana pun Jokowi pergi, wartawan selalu mengikuti. Segala sesuatu mengenai Jokowi pasti menarik jadi sumber berita.

 SPACE FOR ADS [Klik Here]

Kalau tidak percaya, coba ingat: Dulu media pernah menulis berita yang sebenarnya SANGAT TIDAK PENTING seperti:
– Terjebak macet, jokowi jalan kaki cari toilet >> http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/11/141590/Terjebak.macet.di.cilincing.jokowi.kebelet.pipis
– Jokowi kedinginan >> http://poskotanews.com/2014/01/08/hujan-jokowi-kedinginan
– Jokowi makan pakai tangan >> http://nasional.kompas.com/read/2014/06/26/1411550/di.KPK.jokowi.makan.nasi.kotak.pakai.tangan

Saya paham jurnalistik. Karena itulah, saya paham bahwa info “Jokowi Memelihara Kodok” pasti memiliki nilai berita yang SANGAT TINGGI. Sebab ini adalah fakta yang sangat unik, apalagi karena “pelaku”nya adalah Jokowi. Aneh sekali, karena info yang nilai beritanya sangat tinggi tersebut DULU sepi pemberitaan. Pernah diberitakan di Detik.com, tapi tidak bikin heboh >> http://news.detik.com/read/2013/11/18/155847/2416149/10/pelihara-kodok-jokowi-kung-kong-suaranya-bikin-rileks .

Padahal info-info tak penting seperti Jokowi cari toilet, Jokowi kedinginan di mobil, Jokowi makan pakai tangan, justru diberitakan di mana-mana.

Kenapa? Ada apa di balik keanehan ini?

Menurut dugaan saya, ini erat kaitannya dengan mulai
renggangnya kemesraan antara Jokowi dengan media.
Lho, kok bisa?

Tentu bisa! Karena semua orang (bahkan para pendukung Jokowi pun) pasti setuju, bahwa fakta mengenai orang memelihara kodok merupakan sesuatu yang sangat lucu, menggelikan, bahkan bisa menjadi bahan ejekan dan cemoohan di mana-mana. Artinya, ini merupakan fakta yang nuansanya NEGATIF.

Dulu, mungkin para media ingin melindungi Jokowi dari
ejekan dan cemoohan. Apalagi di era kampanye Pilpres
2014, saya yakin fakta ini bisa menurunkan tingkat
elektabilitas Jokowi.

Sekarang, banyak media yang memberitakannya. Artinya, mereka memberikan BAHAN bagi para pembaca untuk mengejek dan mencemooh Jokowi.

Ini apa artinya? Ini artinya bahwa dukungan media
terhadap Jokowi sudah mulai berkurang. Kemesraan
mereka sudah hampir berakhir.

Kenapa hampir berakhir? Mungkin yang bisa memberikan jawaban paling tepat adalah TrioMacan2000

Sumber: Jonru


Lalu akun facebook “Ismael Qemali” mengatakan

KUDA vs KODOK

KUDA
sejak jaman dulu, kuda banyak berperan membantu
manusia dalam kehidupan, baik untuk tunggangan
satuan unit pasukan, olahraga pacuan, maupun moda
angkut/transportasi.

bahkan keperkasaan kuda diabadikan sebagai nama
satuan tenaga, khususnya mesin baik mobil, mesin alat
berat, disel, forklif, lift, kapal bahkan tank tempur,
misalnya 2000hp (horse power).

di dalam alquran, kitab suci umat islam terdapat satu
surat; al-aadiyaat yang berarti kuda berlari kencang.
menurut tafsir al-azhar karya buya hamka, surat berisi 5 ayat ini mengingatkan betapa pentingnya kuda dalam
kehidupan manusia dan agar kuda juga jangan diabaikan
oleh kaum muslimin dalam tata keprajuritan (ilmu
perang).

maka tidak heran jika dalam berbagai budaya dunia,
kuda disebut melambangkan semangat hidup, semangat bekerja, semangat untuk berjuang, semangat keperkasaan berperang untuk mempertahankan diri.

KODOK
adalah merupakan binatang dua alam (air – darat). di
berbagai negara terutama masyarakat agraris, katak dan kodok memerankan simbol penting dalam budaya. mulai dari dongeng “pangeran kodok” yang mengambarkan “rupa yang buruk” dan tingkah laku yang kikuk. filsuf augustinus mengatakan kodok mewakili banyak omong yang sia-sia. suara kodok menjadi simbol omongan yang tidak ada artinya.

bahkan dalam teologi kristen katak juga digambarkan sebagai sesuatu yang buruk. disebutkan: “dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak (wahyu, 16:13).”

hingga medieval eropa, mengartikan kodok sebagai
lambang kejahatan dan diasosiasikan sebagai binatang
peliharaan penyihir. hal ini mengingatkan saya pada
teman harry potter yang bernama neville longbottom
yang memelihara kodok buduk.

lain di eropa lain dalam budaya fengsui china. kodok
berkaki tiga (kadang menggigit koin) merupakan simbol
untuk menarik rejeki, kekayaan dan kemakmuran.

dalam budaya indonesia, sebagian masyarakat bahkan
tokoh-tokoh nasional kita juga menggunakan simbol-
simbol berbagai binatang dalam kehidupan sehari-hari.
burung, ikan, harimau, kuda, kodok, berbagai senjata
tradisional bahkan tokoh pewayangan.

simbol-simbol tersebut dikoleksi berupa lukisan, patung maupun memelihara langsung binatang itu sendiri.

simbol-simbol itu tentunya dimaksudkan mewakili pribadi, karakter, semangat, keinginan dan harapan pengkoleksinya.

berkaitan dengan tema tulisan ini tentang kuda dan
kodok, beberapa bulan terakhir menjadi nge-trend
terkait tokoh pemeliharanya.

tentu kita tau, prabowo subianto adalah pengkoleksi
kuda-kuda berkualitas. bagi sebagian masyarakat yang
tidak suka, sering terdengar membullynya.

bagaimana dengan kodok? yang mulia jokowi adalah pengagum binatang ini. bahkan salah satu media memberitakan: sehari setelah dilantik, kodok peliharaannya telah dipindahkan dari balai kota ke istana
negara melebihi pentingnya mengumumkan menteri
kabinet.

 SPACE FOR ADS [Klik Here]

Saya menjawab: ” dasar orang bodoh kalau kodok tidak ada manfaatnya, kenapa ada? dan kalau kuda tidak ada manfaatnya kenapa ada? semua seimbang bro!, antara hewan dan hewan, antara manusia dan manusia. siapa yang mengaku mengakui kuda lebih baik dari kodok? Dan kodok lebih baik dari kuda? Dan siapa pula yang mengakui dirinya paling benar? Coba sebutkan? Anda baik? Anda hebat? Anda pintar? kalian kalah dengan diri sendiri, tentunya kalian pecundang.

Opini:

Misteri Kodok Jokowi

Ada apa dengan media? Tentunya kita orang awam tidak mengerti apa yang ada di balik kebusukan media memberitakan hal-hal yang tak penting, satu catatan “jika kalian tidak pernah mengetahui hal yang sebenarnya, dan seketika mengetahui hal yang sebenarnya biasa, tentu kalian akan menggangap itu aneh. perlu di perbaiki hal-hal demikian, cobalah buka mata kalian. Media sudah meracuni otak anda, dengan judul dan isi berita yang di sampaikan ke publik, coba lihat, media sendiri adalah penulis(jurnalis) tentu ia bekerja, dan bekerja yang baik adalah menimbukan WAAW ke atmosfir publik. Tentu itu adalah poin tambah untuk pekerjaanya, dan akan di bayar mahal dari tulisanya, cobalah cerna judul terlebih dahulu dalam berita, dan lanjutkan membaca isi dengan konsentrasi, jika anda memperhatikan, tidak ada yang aneh bukan?, hanya judul saja yang di buat WAAW.

Apa salahnya kodok?
Apa salahnya kuda?

Hewan itu saling berdampingan dalam siklus rantai makanan, jika saja kodok itu binatang keji dan tak berguna! Mengapa ada dan di ciptakan! Kalian bukan Atheis kan? Pikirkan baik-baik.

KODOK
“Adalah merupakan binatang dua alam (air – darat). di
berbagai negara terutama masyarakat agraris, katak dan kodok memerankan simbol penting dalam budaya. mulai dari dongeng “pangeran kodok” yang mengambarkan “rupa yang buruk” dan tingkah laku yang kikuk. filsuf augustinus mengatakan kodok mewakili banyak omong yang sia-sia. suara kodok menjadi simbol omongan yang tidak ada artinya.”

hingga medieval eropa, mengartikan kodok sebagai
lambang kejahatan dan diasosiasikan sebagai binatang
peliharaan penyihir. hal ini mengingatkan saya pada
teman harry potter yang bernama neville longbottom
yang memelihara kodok buduk.

lain di eropa lain dalam budaya fengsui china. kodok
berkaki tiga (kadang menggigit koin) merupakan simbol
untuk menarik rejeki, kekayaan dan kemakmuran.

Kita meluruskan yang jelek, sedangkan kuda sudah di pandang baik di komentar akun tersebut. Mungkin akun tersebut berpihak di satu sisi.

Manfaat kodok

Jawaban: Kodok adalah binatang dua alam, “Rupa yang buruk” tingkah laku yang kikuk Filsuf Augustinus mengatakan kodok mewakili banyak omong yang sia-sia. Suara kodok menjadi simbol omongan yang tidak ada artinya. Kalian perlu mengerti. kodok, sendiri adalah binatang yang sudah ada sebelum kalian lahir.
Kodok juga berperan sangat penting sebagai indikator pencemaran lingkungan. Tingkat pencemaran lingkungan
pada suatu daerah dapat dilihat dari jumlah populasi katak yang dapat ditemukan di daerah tersebut(jika kodok sedikit maka lingkungan tercemar).

Latar belakang penggunaan kodok sebagai indikator lingkungan karena katak merupakan salah satu mahluk purba yang telah ada sejah ribuan tahun lalu. Jadi katak tetap exist dengan perubahan iklim bumi. Tentunya hanya pengaruh manusialah yang merusak lingkungan, bagaimana dengan adanya manusia? Mungkin saya tidak akan pernah menulis tulisan ini jika manusia tidak ada.

Manusialah yang mungkin menyebabkan terancamnya populasi kodok. Salah satunya adalah pembuangan limbah berbahaya oleh manusia ke alam. Limbah berbahaya inilah yang bisa mengancam keberadaan katak pada daerah yang tercemar.

Selain itu, kodok pentingn dalam rantai makanan, maka pengurangan jumlah katak akan menyebabkan terganggunya dinamika pertumbuhan predator katak. Bahkan terganggunya populasi katak dapat berakibat langsung dengan punahnya predator katak. Akan tetapi yang lebih mengancam kehidupan kodok sebenarnya adalah kegiatan manusia yang banyak merusak habitat alami kodok, seperti hutan-hutan, sungai dan rawa-rawa.

Apalagi kini penggunaan pestisida yang meluas di
sawah-sawah juga merusak telur-telur dan berudu katak, serta mengakibatkan cacat pada generasi kodok yang berikutnya. (Apa ini yang dinamakan hanya memiliki omongan yang tak ada artinya, jika kodok tidak ada, jangan salahkan jika ular menghabiskan tikus, lalu ular memakan manusia, kucing, kambing dan lain sebagainya.)

Apakah kodok masih di anggap buruk? Jika kodok buruk, bagaimana dengan manusia yang membunuh ibunya? Bapak yang tega memperkosa anaknya. Anak yang tega membunuh ibunya? Pantaskah anda membenci manusia? Diri anda sendiri manusia! “Oknum” jawabanya, jadi ada yang baik dan buruk, sama halnya dengan kodok dan juga hewan-hewan lainya, mempunyai keburukan dan mempunyai kebaikan.

bahkan dalam teologi kristen katak juga digambarkan sebagai sesuatu yang buruk. disebutkan: “dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak (wahyu, 16:13).”

Jawaban: Sudah sejak lama kodok dikenal manusia sebagai salah satu makanan lezat. Di rumah-rumah makan Tionghoa, masakan kodok terkenal dengan nama swie kee. Disebut ‘ayam air’ (swie: air, kee: ayam) demikian karena paha kodok yang gurih dan berdaging putih mengingatkan pada paha ayam. Selain itu, di beberapa tempat di Jawa Timur, telur-telur kodok tertentu juga dimasak dan dihidangkan dalam rupa pepes telur kodok. (Akibat pemikiran yang hanya melihat dari sudut kaca mata yang negatif.)

 SPACE FOR ADS [Klik Here]

Jika ada tambahan atau sanggahan silahkan berkomentar.
Protected by
Copyscape Plagiarism Detector

Iklan

One thought on “Misteri Kodok Jokowi

  1. Dalam catatan sejarah, baru kali ini presiden kita membawa kodok ke istana negara. Dan mengapa media baru memberitakan sekarang ? Mungkin media telah tahu rahasia dan kelemahan Presiden Jokowi sejak lama tapi disimpan sebagai “senjata”.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s