Mayoritas Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh


illustrasi Demo Mahasiswa Ricuh

illustrasi Demo Mahasiswa Ricuh

Demo menyambut transisi pemerintahan baru, saling tolak dengan argumen-argumen yang mereka suarakan lantang, sampai menembus media-media lokal, mempertontonkan teriakan-teriakan tolakan-tolakan mereka (mahasiswa) anggap adalah benar dan berpedoman kepada panji-panji suci yang mereka pegang teguh selama ini di mata rakyat. Mereka menganggap mereka mewakili masyarakat yang di nilai benar.

Mengapa demo mahasiswa kebanyakan berahir ricuh?

Demo mahasiswa berahirkan ricuh!

Mereka tak memikirkan masalah yang ternyata baru mereka timbulkan akibat kericuhan bentrok antara aparat dan juga mahasiswa, saling lempar batu menjadi jawabanya, dari demo yang mereka suarakan, kalangan intelektual berjas menjadi tragis ketika ke intelektualanya di tangalkan dengan hina, coba teman-teman mahasiswa pikir, masalah apa yang teman-teman timbulkan setelah melakukan demo dan ternyata demo itu berahir ricuh.
•membuat macet
•membuat takut warga sekita
•mengotori diri sendiri(dengan tampang intelek melempar-lempar batu seperti banci)

Opini masyarakat, tentang demo mahasiswa

Tulisan ini di tulis oleh pro mahasiswa
1. “Bikin macet saja” Padahal ketika tidak ada demo tetap saja macet. Tetap saja status kemacetan bertebaran dimana-mana karena kita juga yang kadang menjadi penyebab kemacetan tidak sabaran.
¤ Jawaban saya: Kemacetan memang timbul dari. banyaknya kendaraan, dan sempitnya jalan, jika teman-teman mahasiswa menyuarakan aksinya dengan baik dan tertip, di tempat-tempat yang tidak mengganggu aktivitas pengemudi dan pengguna jalan, itu sepertinya lebih baik di lakukan. Kemacetan memang sudah ada di hari-hari biasa, sama halnya sakit yang melanda pasti ada, dan ketika kita sakit apa yang seharusnya kita lakukan? Sama halnya ini! Ketika kalian menyadari adanya macet di mana-mana, yang kalian lakukan seharusnya bukan malah memperkeruh keadaan, sehingga macet akan lebih parah lagi, tentunya teman-teman tahu hal ini.

2. “RUGI”: Ya, memang mereka rugi karena mereka tahu arti berkorban. Mereka bukan tipe orang yangg cuma tahu duduk di depan TV & berkata “kasihan” kepada masyarakat miskin. Bukan juga orang-orang yang hanya tahu “sukses itu = berguna”, mereka empati & berusaha untuk berguna melalui aksi.
¤ jawaban saya:tidak ada istilah berkorban dengan berkorban! Di artikan ketika kita berkorban di satu sisi masyarakat yang tidak ikut-ikutan dengan aksi yang di anggap berkorban ini ikut-ikutan rugi. misalnya: mahasiswa bedemo dan kebanyakan di akhiri dengan ricuh! Apa kalian anggap itu berkorban teman? Orang yang tidak tahu apa-apa menjadi korban, atas aksi anarkisme yang kalian lakukan, bukan yang selalu berdemo itu berahiran ricuh! Saya tahu kalian benar menyuarakan aksi, tapi tolong pendap amarah kalian, dan berusahalah yakinkan diri kalian jika kalian benar-benar membela dan berjuang! Merasa kasihan, lakukanlah demo dengan tentram dan damai itu akan terlihat ke intelek tualan kalian.

3. “Buang-buang waktu saja” Mereka tidak
memBUANG waktu, mereka meNYUMBANGkan waktunya untuk menyuarakan suara rakyat ketika mereka mungkin juga merasa telah menggunakan BBM subsidi, tapi cukup tahu diri untuk tetap memperjuangkan hidup masyarakat miskin.
¤Jawaban saya: menyumbangkan waktu untuk menyuarakan suara rakyat, ketika BBM bersubsidi tak lagi akan di nikmati, perlu teman-teman di ketahui, teman-teman sadar adanya macet telah melanda di pusat-pusat keramaian bukan? Itu karena akibat apa? “Akibat banyaknya kendaraan bermotor” pemerintah tidak bisa mengatur arus pengeluaran kendaraan bermotor yang semakin tahun semakin banyak penggunanya, dan tak hayal itu akan menghabiskan BBM yang bersubsidi, perlu teman-teman juka ketahui, banyak rakyat-rakyat di plosok yang tidak mempunya kendaraan bermotor, mereka asik beraktivitas dengan menggunakan sepeda yang ramah lingkungan, mungkin ini salah satu trobosan untuk teman-teman sadari bahwa benar adanya subsidi BBM itu tidak tepat sasaran. Lihat negri jepang! Yang lebih maju dari negri kita! Apakah banyak mereka menggunakan kendaraan bermotor? Apakah mereka asik menghabiskan waktu untuk bermain? Merekalah yang membuat kendaraan bermotor yang kita gunakan, tapi mereka tidak menggunakanya! Cukup membingungkan bukan? Jawabanya: mereka mengerti bahawa lebih ramah lingkungan menggunakan sepeda dan berjalan kaki, munkin juga pemerintahan baru ini ingin kita sadar.


Demo mahasiswa ricuh

Akhir-akhir ini timbul demo-demo baru yang beralaskan tolak kabinet jokowi-jk
Banyak alasan yang di pergunakan untuk menyuarakan aksinya, di dunia maya juga gempar aksi-aksi semacam ini, menolak susukan kabinet jokowi, yang belum tahu apa yang akan sanggup mereka hasilkan untuk rakyat, belum tahu apa yang akan terjadi sudah mengkhawatirkanya! Perlu di ingat “masa lalu tidak pernah akan terulang, masa depan tidak ada yang tahu” jadi? Spekulasi semacam ke khawatiran rakyat akan adanya korupsi merajalela! Kalian tidak ingat adanya KPK? Biarlah KPK nantinya yang memberantas itu, kita di wajibkan mendukung penuh apa yang sudah menjadi hak dari pimpinan kita, jadi apa yang akan terjadi kita tidak akan tahu. Kalian mahasiswa! Kemarin 28 Oktober adalah hari sumpah pemuda “Tuhan menciptakan pelangi untuk mewarnai angkasa, Tuhan menciptakan pemuda untuk mewarnai dunia”(jarwo kuat) kalian pemuda-pemudi indonesia, buat harum bangsa kita dengan kreasi dari anak muda dan warna negri dengan tanpa saling mencaci, kalian pemuda untuk indonesia, jangan kotori tangan kalian dengan ricuh dan anarkis, buatlah demo yang baik, tertip dan aman, itu baru juara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s