Mencintaimu


Bintang pun bertanya, kemana bukumu yang kau bangga-banggakan itu? Terasa terasing di sudut sebuah ilusi. Sulitnya lagi hanya satu buah yang dapat ku ingat, dan mungkin ini pemuncak akan segalanya di mana aku bisa terus bernafas tanpa kehadiran buku yang setiap hari semakin jelek dan usang.

Setiap kali terlintas dalam kelopak mataku sebuah ingatan muncul, sebuah kenangan muncul. Anehnya lagi tanpa di undang! Ini menjadi lebih jelas dari pada masa di mana hujan turun yang meresonansikan masa di mana tahun tertingal di tahun 60-an.

Masa ini tanpa tulisan-tulisan usang itu, kecuali aku berdiri memang tanpa pondasi, dan bukti aku tetap berpondasi kuat, aku tetap hidup tanpamu, berkat kekuatan Tuhan yang amat dasyat.

Bintang ijinkan aku mengenangmu di dalam sepi, melukismu dalam diam, mensyairkamu dalam tulisan, menyanyikanmu dalam nada dan menyebutmu dengan doa.


<

p class=”post-sig”>


“Jangan menjadi Silent Reading. berkomentarlah dengan bijak atas tulisan Adlibidtum yang saya persembahkan untuk kalian pembaca setia.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s