Puisi senja negri rimba


Semakin pekat, semakin terlaknat, semakin pula memikat, sebuah cahaya penghangat.

Kali ini saya ingin berbagi puisi senja yang berasal dari alam kita, menurut saya juga alam ini negri rimba, tak banyak aturan yang harus di patuhi. Aturan-aturan kosong di buat tanpa di isi.

“Puisi senja negri rimba”

Aku berhasil kali ini membenamkan matahari.
Saat sore Kau berubah menjadi senja
Terkapar sejenak
Saat malam Kau berubah menjadi fatamorgana
bermimpi saat kanak

Aku berhasil menerbitkan matahari
Saat pagi Kau berubah menjadi dahaga
siap bekerja
Saat siang Kau berubah menjadi sukma
siap menerjang asa

Kini puisi senja terbuat dari baja lahir di antara sore dan malam
Kini semua akan melumat habis asa yang sempat mengotori kelam
Dan kini; Kau melirik sinis menatapku
Melihat lengkungan cemberut di bibirku
Kau melebarkan bibirku
Mengarahkan bibirku kembali membentuk huruf “U”

Tapi sayang hari di mana kau ada, kini tingal dahaga menyelimuti
Kau bagaikan lagit yang sulit ku tebak
Terkadang Kau mendung
Terkadang Kau memberiku pelangi
Terkadang Kau malah memberiku petir dan hujan

Jika kau langit, apakah aku ini bumimu?
Pertanyaan semacam itu muncul di sela-sela oais gila
Terkadang Ia berubah wujud menjadimu
Lalu aku bingung di buatnya

Apakah ini benar-benar Kau?


“Speed 3G-4G Support All Phone Download Now


“Jangan menjadi Silent Reading. berkomentarlah dengan bijak atas tulisan Adlibidtum yang saya persembahkan untuk kalian pembaca setia.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s