Puisi: Dara Betis Menggila “Sang Penahluk Dunia”


Dara betis menggila

Ungkapan kosong sering ku dengar
Melebihi janji-janji kosong yang kau hantar
Percaya atau tidak musim penghujan telah datang
Dengan sapaan halus genderang perang

Mimpi,
Bicara mimpi, kita tahu awal mula itu terjadi
Mulai dari tiga pagi kita berdoa di ruang sunyi
Mengharapkan mimpi terjadi

Dara dan betis mulai mengila
Di sudut terawang para pakar pecandu cakrawala
Musim gugur mengucapkan selamat tingal sambil tertawa
Tetap, Dia diam di sudut pandang peraih sukma

Aku hanya ingin berkata dan bertanya!
Kemana mimpi kenak-kanakanmu yang sangat besar dahulu?

Ada yang ingin menjadi pilot
Ada yang ingin membuat robot
Ada pula yang ingin penjadi presiden negri kolot
Sampai-sampai bertaruh malu karena mimpimu terlalu besar.

Kita hidup bermain rima
Mengikuti setiap irama
Apa lagi aku, yang teguh di satu tempat. surga namanya.

Apa yang bisa kau buat? Buatlah
Jangan menunggu kau mampu, itu terlalu dungu
Apa yang bisa kau hadang? Hadanglah
Jangan menunggu sampai kau terbelenggu, itu juga dungu namanya

Kembali lagi bicara soal mimpi
Tak akan ada habisnya jika kita tak mati
Cobalah mari;
Kita wujudkan mimpi masa kecil kita yang sangatlah besar dengan memperkecil jangkauan dalam mewujudkan mimpi hebatmu.

Satu perlu di ingat; perencanaan dan tatanan yang apik, akan menjadi sebuah prediksi yang akurat.
Percalah teman, mari kita bangun dari sekarang, wujudkan mimpimu, buatlah tangga, jangkaulah mereka “mimpi besarmu” sang penahluk dunia.
🙂

Iklan

One thought on “Puisi: Dara Betis Menggila “Sang Penahluk Dunia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s