Bakti cintamu rela mati anakmu


Anugrahnya terdengar gerah sekali, semisal raga ini kembali nanti, selamat baktimu Ibu, corat-coret dustaku semoga kau ramu, kau lebur jadi satu. Ibu, diri ini tak mengerti apa, jika kau tak mengapa. Suara dentuman bom meledak ledak di telinga ketika kau murka, tapi raga tak mau mengalah seakan congkak padamu, maafkan aku Ibu. Hanya tulisan ini … Lanjutkan membaca Bakti cintamu rela mati anakmu

Iklan

Puisi senja negri rimba


Semakin pekat, semakin terlaknat, semakin pula memikat, sebuah cahaya penghangat. Kali ini saya ingin berbagi puisi senja yang berasal dari alam kita, menurut saya juga alam ini negri rimba, tak banyak aturan yang harus di patuhi. Aturan-aturan kosong di buat tanpa di isi. "Puisi senja negri rimba" Aku berhasil kali ini membenamkan matahari. Saat sore … Lanjutkan membaca Puisi senja negri rimba

Mencintaimu


Bintang pun bertanya, kemana bukumu yang kau bangga-banggakan itu? Terasa terasing di sudut sebuah ilusi. Sulitnya lagi hanya satu buah yang dapat ku ingat, dan mungkin ini pemuncak akan segalanya di mana aku bisa terus bernafas tanpa kehadiran buku yang setiap hari semakin jelek dan usang. Setiap kali terlintas dalam kelopak mataku sebuah ingatan muncul, … Lanjutkan membaca Mencintaimu

Mengapa BBM Naik ya?


Ibu...bapak uang saku adik di tambah dong, bengsin kan sekarang naik...!! haahahahaha dasar anak culun. BBM (pemium) naik bingung, sembako naik bingung masih mau pakai sepeda motor! cuma sekedar keliling jalan-jalan sama pacar? Udah ajakin gowes aja, uangnya di tabung buat kawin. BBM menjadi acuan gaya-gayaan Apa suka lihat balapan liar main gas-gasan yang membuang-buang … Lanjutkan membaca Mengapa BBM Naik ya?

Ada Apa Dengan Cinta


Ada Apa ini, semua menderu mengelu-elukan cinta, semua kosong menari di otak sang raja, cintapun bertanya, Ada apa denganku? Cinta oh cinta, aku berbicara cinta deritanya tak ada habisnya, ucap si babi. Ada apa dengan cinta semua kosong kota kosong semua sibuk bermain, berbicara, berbincang dengan mata dunia sempit, hanya berkomunikasi dengan mata. Aku mulai … Lanjutkan membaca Ada Apa Dengan Cinta

Magnasitor Nulipara Tara


Meniup gersang berbalut uban, kumis berjenggot tak kenal kekal. Para pedang-pedang jatuh terhantam, para bambu kumis menghujam. Ikan-ikan kecil kehabisan air, jatuh di hantam terikan bola. Pisau mata tertuju, menghujam mimpi sebanding. Terlihat oasis berkeliaran di tubuh yang telah renta menjadi boneka, pahlawan-pahlawan telah terlupa. Sesepuh-sespuh kuburan di bawa. Apa bedanya dunia dan ilusi, jika … Lanjutkan membaca Magnasitor Nulipara Tara

Page One On Google ”Hanya sekedar puisi hati”


Semua berlomba-lomba tentang peringkat pencarian. Semua di pukul jatuh, masuk ke doktrin dengan suguhan. Semua di bodohi oleh halaman-halaman google pertama. Anehnya page one tak dapat secerca yang sama. Mungkin ini karma yang di berikan google. Mungkin juga ini sebuah pembodohan google. Untuk menjadi page one semua berburu huru-hara. Untuk menjadi sepeser harapan pun saling … Lanjutkan membaca Page One On Google ”Hanya sekedar puisi hati”