Bakti cintamu rela mati anakmu

cinta ibu, hari ibu

Anugrahnya terdengar gerah sekali, semisal raga ini kembali nanti, selamat baktimu Ibu, corat-coret dustaku semoga kau ramu, kau lebur jadi satu.
Ibu, diri ini tak mengerti apa, jika kau tak mengapa.
Suara dentuman bom meledak ledak di telinga ketika kau murka, tapi raga tak mau mengalah seakan congkak padamu, maafkan aku Ibu. Hanya tulisan ini yang dapat ku beri, semoga kau membacanya.

Ibu izinkan aku menggapaimu, meladeni setiap kasihmu, mengoyak rongga jiwamu, mengendong segala titahmu, menjadikan satu. Ragamu Ibu.
Ibu, mimpiku besar membahagiakanmu, lihat ibu mimpiku mengebu ingin menarikmu dalam lubang yang cerah, dalam gundah takan ku mengalah.

Ibu, iblis takan ku salahkan atas congkak dan beraniku.
Semua salahku, iblis tertawa saat itu.
Akan ku buat diam mulai dari sini.

Aku cinta kau Ibu.

Puisi: Dara Betis Menggila “Sang Penahluk Dunia”

Dara betis menggila

Ungkapan kosong sering ku dengar
Melebihi janji-janji kosong yang kau hantar
Percaya atau tidak musim penghujan telah datang
Dengan sapaan halus genderang perang

Mimpi,
Bicara mimpi, kita tahu awal mula itu terjadi
Mulai dari tiga pagi kita berdoa di ruang sunyi
Mengharapkan mimpi terjadi

Dara dan betis mulai mengila
Di sudut terawang para pakar pecandu cakrawala
Musim gugur mengucapkan selamat tingal sambil tertawa
Tetap, Dia diam di sudut pandang peraih sukma

Aku hanya ingin berkata dan bertanya!
Kemana mimpi kenak-kanakanmu yang sangat besar dahulu?

Ada yang ingin menjadi pilot
Ada yang ingin membuat robot
Ada pula yang ingin penjadi presiden negri kolot
Sampai-sampai bertaruh malu karena mimpimu terlalu besar.

Kita hidup bermain rima
Mengikuti setiap irama
Apa lagi aku, yang teguh di satu tempat. surga namanya.

Apa yang bisa kau buat? Buatlah
Jangan menunggu kau mampu, itu terlalu dungu
Apa yang bisa kau hadang? Hadanglah
Jangan menunggu sampai kau terbelenggu, itu juga dungu namanya

Kembali lagi bicara soal mimpi
Tak akan ada habisnya jika kita tak mati
Cobalah mari;
Kita wujudkan mimpi masa kecil kita yang sangatlah besar dengan memperkecil jangkauan dalam mewujudkan mimpi hebatmu.

Satu perlu di ingat; perencanaan dan tatanan yang apik, akan menjadi sebuah prediksi yang akurat.
Percalah teman, mari kita bangun dari sekarang, wujudkan mimpimu, buatlah tangga, jangkaulah mereka “mimpi besarmu” sang penahluk dunia.
🙂

Puisi senja negri rimba

Semakin pekat, semakin terlaknat, semakin pula memikat, sebuah cahaya penghangat.

Kali ini saya ingin berbagi puisi senja yang berasal dari alam kita, menurut saya juga alam ini negri rimba, tak banyak aturan yang harus di patuhi. Aturan-aturan kosong di buat tanpa di isi.

“Puisi senja negri rimba”

Aku berhasil kali ini membenamkan matahari.
Saat sore Kau berubah menjadi senja
Terkapar sejenak
Saat malam Kau berubah menjadi fatamorgana
bermimpi saat kanak

Aku berhasil menerbitkan matahari
Saat pagi Kau berubah menjadi dahaga
siap bekerja
Saat siang Kau berubah menjadi sukma
siap menerjang asa

Kini puisi senja terbuat dari baja lahir di antara sore dan malam
Kini semua akan melumat habis asa yang sempat mengotori kelam
Dan kini; Kau melirik sinis menatapku
Melihat lengkungan cemberut di bibirku
Kau melebarkan bibirku
Mengarahkan bibirku kembali membentuk huruf “U”

Tapi sayang hari di mana kau ada, kini tingal dahaga menyelimuti
Kau bagaikan lagit yang sulit ku tebak
Terkadang Kau mendung
Terkadang Kau memberiku pelangi
Terkadang Kau malah memberiku petir dan hujan

Jika kau langit, apakah aku ini bumimu?
Pertanyaan semacam itu muncul di sela-sela oais gila
Terkadang Ia berubah wujud menjadimu
Lalu aku bingung di buatnya

Apakah ini benar-benar Kau?


“Speed 3G-4G Support All Phone Download Now


“Jangan menjadi Silent Reading. berkomentarlah dengan bijak atas tulisan Adlibidtum yang saya persembahkan untuk kalian pembaca setia.”

Mencintaimu

Bintang pun bertanya, kemana bukumu yang kau bangga-banggakan itu? Terasa terasing di sudut sebuah ilusi. Sulitnya lagi hanya satu buah yang dapat ku ingat, dan mungkin ini pemuncak akan segalanya di mana aku bisa terus bernafas tanpa kehadiran buku yang setiap hari semakin jelek dan usang.

Setiap kali terlintas dalam kelopak mataku sebuah ingatan muncul, sebuah kenangan muncul. Anehnya lagi tanpa di undang! Ini menjadi lebih jelas dari pada masa di mana hujan turun yang meresonansikan masa di mana tahun tertingal di tahun 60-an.

Masa ini tanpa tulisan-tulisan usang itu, kecuali aku berdiri memang tanpa pondasi, dan bukti aku tetap berpondasi kuat, aku tetap hidup tanpamu, berkat kekuatan Tuhan yang amat dasyat.

Bintang ijinkan aku mengenangmu di dalam sepi, melukismu dalam diam, mensyairkamu dalam tulisan, menyanyikanmu dalam nada dan menyebutmu dengan doa.


<

p class=”post-sig”>


“Jangan menjadi Silent Reading. berkomentarlah dengan bijak atas tulisan Adlibidtum yang saya persembahkan untuk kalian pembaca setia.”

Magnasitor Nulipara Tara

Meniup gersang berbalut uban, kumis berjenggot tak kenal kekal. Para pedang-pedang jatuh terhantam, para bambu kumis menghujam. Ikan-ikan kecil kehabisan air, jatuh di hantam terikan bola.

Pisau mata tertuju, menghujam mimpi sebanding.
Terlihat oasis berkeliaran di tubuh yang telah renta menjadi boneka, pahlawan-pahlawan telah terlupa. Sesepuh-sespuh kuburan di bawa.

Apa bedanya dunia dan ilusi, jika yang benar dan nyata menjadi opini? Pahlawan terbengkalai rapuh di gubuknya, menangis diru terbelenggu.

Bapak, buai dia dengan Negara, buai dia dengan Wanita.
Ibu, Buai dia dengan Neraca, bui dia dengan surga dunia.

<

p class=”post-sig”>


“Jangan menjadi Silent Reading. berkomentarlah dengan bijak atas tulisan Adlibidtum yang saya persembahkan untuk kalian pembaca setia.”

Page One On Google ”Hanya sekedar puisi hati”

Semua berlomba-lomba tentang peringkat pencarian.
Semua di pukul jatuh, masuk ke doktrin dengan suguhan.
Semua di bodohi oleh halaman-halaman google pertama.
Anehnya page one tak dapat secerca yang sama.

Mungkin ini karma yang di berikan google.
Mungkin juga ini sebuah pembodohan google.
Untuk menjadi page one semua berburu huru-hara.
Untuk menjadi sepeser harapan pun saling duga.

Aku hanya tertawa:
Hahaha, Mengapa page one di ributkan?
Mengapa saling umpat kalah tak tepat sasaran?
Mengapa pula mereka, merindukan halaman pertama?

Kini aku mulai linglung di buat para pengencar SEO
Page one tak penting, jika pembaca hanya satu sampai dua per hari.
Page one juga tak penting, jika pembaca tak bisa jadi secerca.
Apalagi page one yang di ributkan?
Apa pula page one itu?

Si dungu menjawab:

Page one itu adalah doktrin hambar

Suara mengema, di tangkap tak sesama
Suara terasing, di suguh saling pancing. Hahaha

Apa SEO itu? mengapa di buru

SEO adalah kita sendiri.
SEO adalah segumpal darah di otak kita sendiri.
SEO adalah semu jika kita mati berdiri.
SEO adalah ilmu tafsir yang tak pernah di mengerti.

Dan apa pula page one itu?

Nilai-nilai pengutuk, sampai membuat kita terkantuk.
Mengetuk sambil terbatuk-batuk karena gagal di jatuhkan saingan.
Jangan menyesal dan jangan di buru.
Page one adalah kita, kita baik maka hasilnya pun baik.

Buat apa page one jika tak membuatmu menjadi pembongkar.
Buat apa page one jika nilai batangmu tak ada gunanya.
Pastinya pengunjung menjadi palsu meski batang berkata itu.
Diagram-diagram batang itu tertawa, asal kau tahu kisanak! Mereka tertawa karena kau tak bisa mendapat apa-apa darinya.
Kau gagal
Kau terjual. Oleh mesin pencari.

<

p class=”post-sig”>


“Jangan menjadi Silent Reading. berkomentarlah dengan bijak atas tulisan Adlibidtum yang saya persembahkan untuk kalian pembaca setia.”

Sajak SEO (Search engine optimization) Untuk Pakar, raja dan Master SEO

Sajak SEO, sesungguhnya aku belum mengerti betul tentang sebuah argumentalis, sebuah pemikiran mesin dan sebuah diagram-diagram batang yang menjadi acuan tanpa melebihi kapasitas otak.

Sajak SEO, semenjak aku mengenalmu,
Sebuah ikatan batin terjalin,
Sebuah dedisali kecil,
Sebuah nyawa.

Semua tertumpuk, dalam buku pedomanan susunan data binary.
Semua tersusun rapih di tempat tak terjamah. Oleh siapapun.
Semua menjadi ujung tombak pengilasan zaman dan peradaban zaman yang akan berubah.
Sampai-sampai menjadi; nyawa. Nyawa sebuah penghidupan.

Namun ini;
Sebuah anak-anak manja memendam lebih dari itu.
Sebuah anak domba berubah warna menjadi merah.
Ketakutan ketika dirinya di hadapkan ke kaca.
Terbukalah semua, seseorang yang memendam ilmunya dan tidak membagikanya, sedikit-demi sedikit akan tergerus dan tak akan berkembang. Bahkan hilang.

Wahai pakar SEO ijinkan aku mendedikasikan diriku menjadi sebuah poros,
Wahai raja SEO ijinkan aku menjadi tombak yang selalu terasah,
Wahai para Pakar SEO ijinkanlah aku menjadi sebiah cawan berukulan kecil yang di butuhkan.

Aku bertanya;
Mengapa anak-anak domba itu takut untuk berkaca?
Mengapa anak-anak domba itu takut membagikan ilmunya mencari rumput segar?
Mengapa anak-anak domba itu menjadi angkuh berteman dengan anak ayam yang bersuara nyaring?

Mungkin Ini jawabanya;

Pakar SEO

Kau bukan apa-apa tanpa dulu menjadi penanya!
Kau bukan apa-apa tanpa ada yang lebih dulu mendahuluinya!
Kau bahkan tak mengerti Pakar SEO itu apa!
Dan lagi!
Kau bahkan kalah di pecundangi ilmumu yang sudah menua menjadi kakek-kakek tanpa belaian anak dan cucunya, niscaya kau dan ilmumu yang dulu adalah pakar SEO sebentar lagi akan mati selamanya di gerus oleh mortir dan cawanya.

Raja SEO

Hanya mengandalkan titahmu? Tanpa tahu akibat yang pasti kau temu?
Hanya mengandalkan kesombonganmu? Raja SEO! Yakin menjadi nomor satu?
Aku tidak yakin itu, istilah dan titahmu, terasa hambar untuk di serbu dan di padu.
Niscaya titah dan kesombonganmu akan musnah di makan sedikit demi sedikit oleh anak-anak ayam yang haus dan lapar, akan ilmu, bukan berpuasa dan membuat titah tak pentingmu.
Niscaya raja SEO akan mati di lindas titah kan sumbang otakmu.

Master SEO

Lagi-lagi kau berulah salah, dengan tingkah yang sok mengalah!
Lagi-lagi kau gagal dengan kerah yang terbalik dan cadal!
Lagi-lagi ilmu master SEO mu punah di makan sejarah!
Jangan salahkan ilmumu jika pergi karena sudah bosan tidak di kembangkan, di kurung di otak dan di praktekan Hanya dengan pedoman kaca belaka, bukan saingan yang sewajarnya.

Aku bertanya;

Siapa pakar, master dan raja SEO itu?

Terjawab sudah setelah aku berkenalan dengan algoritma dan diagram tak penting itu.
Ia berkata; “Aku relatif nak, semua di mataku sama, yang membedakan posisi daftar-daftar itu adalah seberapa kuat keakuratan informasi yang di berikanya kepada mesin pencariku yaitu penggunaku “manusia”

    Sigit irawantoro
    06 November 2014

“Jangan menjadi Silent Reading. berkomentarlah dengan bijak atas tulisan Adlibidtum yang saya persembahkan untuk kalian pembaca setia.”

Nightmare

Sorry, this dream crazy dreams.
When the scorching heat that memangdang, penetrating the skin to make sick, did I fail to make this nightmare into a wonderful dream, enveloping black rays, which began washing face will disappear.

Sorry, this dream crazy dreams. I miss the caress of a beautiful dream real, I’m trying to cut through the fog and black rays, which penetrate the dull rose petals. God grant me the way so I can penetrate the black rays of the devil.