Puisi: Dara Betis Menggila “Sang Penahluk Dunia”


Dara betis menggila Ungkapan kosong sering ku dengar Melebihi janji-janji kosong yang kau hantar Percaya atau tidak musim penghujan telah datang Dengan sapaan halus genderang perang Mimpi, Bicara mimpi, kita tahu awal mula itu terjadi Mulai dari tiga pagi kita berdoa di ruang sunyi Mengharapkan mimpi terjadi Dara dan betis mulai mengila Di sudut terawang … Lanjutkan membaca Puisi: Dara Betis Menggila “Sang Penahluk Dunia”

Puisi senja negri rimba


Semakin pekat, semakin terlaknat, semakin pula memikat, sebuah cahaya penghangat. Kali ini saya ingin berbagi puisi senja yang berasal dari alam kita, menurut saya juga alam ini negri rimba, tak banyak aturan yang harus di patuhi. Aturan-aturan kosong di buat tanpa di isi. "Puisi senja negri rimba" Aku berhasil kali ini membenamkan matahari. Saat sore … Lanjutkan membaca Puisi senja negri rimba

Page One On Google ”Hanya sekedar puisi hati”


Semua berlomba-lomba tentang peringkat pencarian. Semua di pukul jatuh, masuk ke doktrin dengan suguhan. Semua di bodohi oleh halaman-halaman google pertama. Anehnya page one tak dapat secerca yang sama. Mungkin ini karma yang di berikan google. Mungkin juga ini sebuah pembodohan google. Untuk menjadi page one semua berburu huru-hara. Untuk menjadi sepeser harapan pun saling … Lanjutkan membaca Page One On Google ”Hanya sekedar puisi hati”

Sajak SEO (Search engine optimization) Untuk Pakar, raja dan Master SEO


Sajak SEO, sesungguhnya aku belum mengerti betul tentang sebuah argumentalis, sebuah pemikiran mesin dan sebuah diagram-diagram batang yang menjadi acuan tanpa melebihi kapasitas otak. Sajak SEO, semenjak aku mengenalmu, Sebuah ikatan batin terjalin, Sebuah dedisali kecil, Sebuah nyawa. Semua tertumpuk, dalam buku pedomanan susunan data binary. Semua tersusun rapih di tempat tak terjamah. Oleh siapapun. … Lanjutkan membaca Sajak SEO (Search engine optimization) Untuk Pakar, raja dan Master SEO

Seonggok Jagung WS.RENDRA


SEONGGOK JAGUNG (WS.RENDRA) Seonggok jagung dikamar Dan seorang pemuda Yang kurang sekolahan Memandang jagung itu Sang pemuda melihat lading Ia melihat petani Ia melihat panen Dan suatu hari subuh Para wanita dengan gendongan Pergi ke pasar……………….. Dan ia juga melihat Suatu pagi hari Di dekat sumur Gadis-gadis bercanda Sambil menumbuk jagung Menjadi maisena Sedang di … Lanjutkan membaca Seonggok Jagung WS.RENDRA

Dua Puluh Tujuh


Puisi esay: 1 Oleh: Sigit irawantoro Judul: Dua Puluh Tujuh #1 Awal dua botol berkenalan. Niat ugal melangkah cadal, Hai bantal ! Selamat bermalam-minggu, Maaf bantalku lebih empuk dari itu. Mata tertuju, semua merdu. Dia calon pahlawan. Dia lucu. Dia sedikit cacat. Dia juga lugu. Namanya; saku Pangilannya; ibu Tapi nanti, Untuk anak-anaku Matanya bulat. … Lanjutkan membaca Dua Puluh Tujuh

TANPA JUDUL


TANPA JUDUL By:Mega Syntia DA Mengalun begitu saja Seakan tak ada tatap layu sebelum senja tiba Karma mengabdikan dirinya Mengepakkan sayap pada hati yang terlena Tak dimengerti Mengapa jerit datang dimalam hari Merasa takut mencekan ketika rembulan datang Emmm... Masihkah harus tetap bertahan Layaknya bangau di tepi danau yg entah tanpa tujuan Mengenang tak selama … Lanjutkan membaca TANPA JUDUL

Puisi “Menipu”


By: Dian Yumna Amalia Menipu Gundukan kesenangan itu, merabunkanku. menghilangkan kejelasan akan arti kebahagiaan. Tersadarku saatcinta palsu menerkam jiwa. Membuatku berada di sudut kelam lorong buatan. Inginku menjerit saat semua duri tajam nan cantik menusuk diri. Merobohkan tiang tiang yang berusaha mengkokohkan raga. Pikiranku terus berbicara. Semua yang ku anggap baik dan indah, tak seperti … Lanjutkan membaca Puisi “Menipu”