Puisi senja negri rimba


Semakin pekat, semakin terlaknat, semakin pula memikat, sebuah cahaya penghangat. Kali ini saya ingin berbagi puisi senja yang berasal dari alam kita, menurut saya juga alam ini negri rimba, tak banyak aturan yang harus di patuhi. Aturan-aturan kosong di buat tanpa di isi. "Puisi senja negri rimba" Aku berhasil kali ini membenamkan matahari. Saat sore … Lanjutkan membaca Puisi senja negri rimba

Seonggok Jagung WS.RENDRA


SEONGGOK JAGUNG (WS.RENDRA) Seonggok jagung dikamar Dan seorang pemuda Yang kurang sekolahan Memandang jagung itu Sang pemuda melihat lading Ia melihat petani Ia melihat panen Dan suatu hari subuh Para wanita dengan gendongan Pergi ke pasar……………….. Dan ia juga melihat Suatu pagi hari Di dekat sumur Gadis-gadis bercanda Sambil menumbuk jagung Menjadi maisena Sedang di … Lanjutkan membaca Seonggok Jagung WS.RENDRA

Puisi “Menipu”


By: Dian Yumna Amalia Menipu Gundukan kesenangan itu, merabunkanku. menghilangkan kejelasan akan arti kebahagiaan. Tersadarku saatcinta palsu menerkam jiwa. Membuatku berada di sudut kelam lorong buatan. Inginku menjerit saat semua duri tajam nan cantik menusuk diri. Merobohkan tiang tiang yang berusaha mengkokohkan raga. Pikiranku terus berbicara. Semua yang ku anggap baik dan indah, tak seperti … Lanjutkan membaca Puisi “Menipu”

PUISI MALAM


Oleh: Pindy widya puji lestari Malam hening, pening, merinding, seluruh tubuhku seakan tahu; andai diri ini pun mampu. Malam lelah jera lalui hari, biarkanlah raga ini menari, diatas buaian ombak sang Pencipta oh, malam. Akankah engkau disana. ringkih diri ini menanti. keajaiban satukan pasti. Malam Posted from WordPress for BlackBerry. puisi malam FF: Pahlawan angkasa-inovasi … Lanjutkan membaca PUISI MALAM

CAPUNG NEGRI RIMBA


12 desember 2012 By:sigit irawantoro Angin berdesir, begitu dingin udara yang sial kini. Kibasan sayap tipis yang mendarat pada kelopak mawar yang tak bisa ku hirup lagi wewanginya. Mata bundar, gesitan tajam matanya yang selalu membuat takjub para biduan rimba. Layangkan semangat, meski tipis sayapnya. Terbangun dari negri mimpi dan melangkah melebar. Ke alam rimba … Lanjutkan membaca CAPUNG NEGRI RIMBA

PERNAH


13 november 2013 by:Sigit irawantoro pernah terfikir vasi ingat terlontar. ilusi dan distorsi goresanpun pernah ku alami. cacapt fikir. munafik zikhir doa-doa tertawa alunanpun membawa. tetes racun pun pernah ter ikrar. konotasi imbalan. mengantri mati pun pernah. tinta goresan darah kotor. koloni inten terangkat ke otak. hingga ZAT menyeret ke alam ironi baru kehidupan sesungguhnya.

SANDAL JEPIT


14 desember 2013 by: sigit irawantoro  Karet lusuh, pengikat kaki. Membawa sosok kesederhanaan. Penunggangnya anggun nan elok. Kenapa kau di pandang sebelah mata. Begitupun penunggangnya. Elok pun tak sampai. Anggun pun tak terikrar. Kau begitu mulia. Menolong kaki-kaki kepanasan. Kau di butuhkan, kau di cari ketika kau tak lagi ada. Pengantimu di mana-mana.

SESAAT DI MIMPI


05 januari 2014 by:Sigit irawantoro renung berdengung, apakah aku salah. dari nadi di hiasi dentuman-dentuman kecil, dan akan semakin kecil. apa, benar-benak busuk. sekuat langkah membawanya melambai dari ujung tanah lapang. lagit semakin hitam ku dengar, dengan suguhannya cuaya yang membuat tetesan air. angkuhan semakin jauh, aku hanya bisa tertawa. segi mata yang oval, balutan … Lanjutkan membaca SESAAT DI MIMPI